
Warga Haru Saksikan Jembatan yang Lama Dinantikan Akhirnya Berfungsi
Bener Meriah, Aceh – Suasana haru menyelimuti peresmian Jembatan Enang-Enang di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Sejumlah warga tampak menitikkan air mata saat jembatan dan akses jalan yang telah lama dinantikan akhirnya resmi dibuka dan dapat dilalui masyarakat.
Dibangun dari Swadaya Masyarakat, Dana Capai Rp1,08 Miliar
Pembangunan jembatan tersebut menjadi bukti kuat semangat gotong royong masyarakat. Dana pembangunan tidak berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan dari hasil swadaya warga serta donasi para dermawan yang berhasil terkumpul hingga Rp1,08 miliar.
Jalur Penghubung Bener Meriah–Bireuen Kembali Terbuka
Akses Enang-Enang merupakan jalur penting yang menghubungkan Kabupaten Bener Meriah dengan Kabupaten Bireuen. Jalur ini sebelumnya rusak berat akibat banjir dan longsor yang melanda kawasan tersebut pada akhir 2025 sehingga mengganggu aktivitas masyarakat, distribusi logistik, serta perekonomian warga.
Karena pembangunan permanen membutuhkan waktu, masyarakat memilih bergerak sendiri dengan bergotong royong memperbaiki jalan dan membangun jembatan darurat yang kini telah dapat digunakan.
Pengelolaan Dana Dilakukan Secara Terbuka
Dalam acara peresmian, pelopor gerakan swadaya masyarakat, Sahrial Abadi, menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada seluruh warga dan para donatur yang telah memberikan bantuan. Ia menegaskan bahwa seluruh dana dikelola secara transparan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat.
Berdasarkan laporan panitia, dana digunakan untuk operasional alat berat, pembelian material, pengerasan jalan, hingga pengaspalan. Sisa anggaran akan dimanfaatkan untuk pembangunan dinding penahan jalan serta penyempurnaan fasilitas di sekitar jembatan.
Kendaraan Berat Diimbau Gunakan Jalur Alternatif
Meski akses telah dibuka, pemerintah dan pihak terkait tetap mengimbau kendaraan bermuatan berat untuk menggunakan jalur alternatif. Pasalnya, jembatan yang dibangun secara swadaya tersebut masih bersifat darurat dan belum menggantikan jembatan permanen yang direncanakan pemerintah.
Bukti Nyata Kekuatan Gotong Royong Indonesia
Pembangunan Jembatan Enang-Enang menjadi contoh nyata bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian masyarakat mampu menghadirkan solusi ketika akses vital terputus. Kisah ini menjadi simbol kuat bahwa nilai gotong royong masih hidup dan menjadi kekuatan besar dalam menghadapi berbagai tantangan di Indonesia.
